________________________________________________________________________________

Nofi Bayu Darmawan Menghemat Jutaan Rupiah Budget Iklan Facebook Per-Bulan Hanya Dari Setting


Hi, stuffers, kali ini saya akan share terkait perbedaan pembebanan biaya iklan yang terjadi karena faktor Kurs. Perlu diketahui, kita sebagai warga negara Indoensia dan merangkap pula sebagai advertiser dimungkinkan melakukan pembayaran dengan dua currency;

1. USD
2. Rupiah

Mari kita jabarkan satu persatu. 




USD

Pada dasarnya ketika kita menggunakan currency USD maupun Rupiah secara system rate pembebanan iklan tidaklah berbeda (namun dalam hati aku sering mengamati, kok ketika pake seting rupiah, performa iklan lumayan bagus (ini belum 100% valid pendapatku, cuma argumen saja, saya mempunyai beberapa ads manager dengan beberapa currency, hanya menganalisa saja)), ya tidaklah berbeda. Hanya mungkin letak perbedaan implikasinya adalah pada sumber pembayaran.

Currency USD, dengan apa kita menggunakan Source Payment?

a. Paypal; Paypal secara default menggunakan USD juga, artinya apa? Artinya jika USD ke USD maka tidak ada perbedaan, jika Paypal berisi saldo deposit (terisi saldo). Misal saldo Paypal berisi 750$ artinya siap available untuk membayar facebook ads misal biaya facebook Ads 750$ juga. 

Currency Facebook Ads USD -> <Tanpa Konversi>-> USD (Paypal)

Jika Anda mendapatkan saldo Paypal dari penyedia Paypal, mereka biasanya akan menyesuaikan dengan rate bawah bank lokal, iya, bank lokal, bukan rate provider CC seperti VISA/Mastercard. Jadi, Anda lebih menghemat karena rate lebih rendah. Misal:

Currency Facebook Ads USD -> <Tanpa Konversi>-> USD (Paypal)

Misal Rate berkisar: Rp. 12.300,-/1USD

Di lain hal, Paypal dapat diconnect kan dengan Kartu Kredit, artinya dalam hal ini meskipun Paypal saldo 0, Facebook Ads akan mengambil dana dari Kartu Kredit asalkan limit di Kartu Kredit terpenuhi, misal Paypal 0, limit kartu kredit Rp.10.000.000,-, maka hal ini secara sistem:

Anda menggunakan Kartu Kredit sebagai alat bayar via perantara Paypal. 

Kartu Kredit (CC) di Indonesia mayoritas menggunakan mata uang Rupiah, benar? Yup, artinya ketika pembebanan biaya maka akan terjadi Konversi Mata Uang, dan menggunakan Rate Kurs yang ditetapkan oleh provider CC (misal VISA dan Mastercard), bukan bank lokal, tentu jika bank lokal rate akan sama dengan yang tertera di kataknlah bankmandiri.co.id ataupun klikbca.com, namun kenyataannya tidak. Jadi:

Currency Facebook Ads USD -> <Konversi Rate VISA/Mastercard> -> CC (Rupiah)

Nah, pembebanan itu biasanya jauh lebih mahal, perhatikan data terbaru transaksi saya per November berikut:

Rate dari: Currency Facebook Ads USD -> <Rate VISA/Mastercard> -> CC (Rupiah)

Rate berkisar diangka: Rp. 12.625/1 USD


RUPIAH

Ok, sekarang mari kita cermati jika rupiah, yang pertama kita tinjau tentu dari segi sumber pembayaran.

Pertama, Paypal. Saya tanya, apakah bisa? Yup, jawabanya tidak bisa, karena opsi pembayaran Paypal muncul jika setting currency adalah USD. Fine. 

Kedua, CC. Saya tanya dahulu, currency CC menggunakan apa? Yup! Rupiah, jadi skemanya bagaimana?

Currency Facebook Ads Rp -> <Tanpa Konversi>-> CC (Rp) 

Berapa value Rupiah? Ya, jika tidak ada konversi berarti value Rupiah adalah sejumlah kurs rupiah dibandingkan dengan mata uang Global saat itu, biasanya benchmarking nya adalah bandingkan saja dengan rate Bank Lokal terhadap USD.

Ketiga, apakah mungkin terjadi skema seperti ini?

Currency Facebook Ads Rp -> <Konversi Rate> -> ........... (USD) 

Titik-titik di atas adakah source payment yang bisa diposisikan dengan hal tersebut? Paypal? Tidak bisa, karena opsi tidak muncul ketika setting Ads adalah Rupiah. CC? CC Bank Lokal mayoritas menggunakan Rupiah, jadi kemungkinan kebanyakan tidak. Jadi dibutuhkan payment method yang secara system muncul Opsi seperti CC namun menggunakan USD. Yap! Virtual CC dapat diposisikan di titik-titik di atas, karena Virtual CC bersifat seperti CC namun ber-currency (kebanyakan) USD. Virtual CC yang saya pakai adalah Net+ Cards dari Neteller.com dengan membeli saldo dari penyedia balance semisal BosChanger.com (Rate hampir sama dengan bank Lokal, tanpa biaya tambahan).

Nah, bagaimana rate dan pembebanannya? Kita lihat Data history transaksi Virtual CC yang saya bayarkan ke Facebook Ads berikut:


Billing di Facebook Ads (Rupiah) senilai Rp. 468.490,- , pembebanan di Virtual CC senilai 39.53USD, mari kita hitung -> 468.490:39,53 -> 1USD = Rp. 11.851,- , jadi skemanya:

Currency Facebook Ads Rp -> <Konversi Rate> -> Virtual CC (USD) 

Ok, dengan pembebanan ini, saya kembalikan ke Stuffers, apakah perbedaan ini material atau tidak. Dengan anggaran saya, per 4 hari menghabiskan budget facebook ads senilai 750USD, 1 Bulan berkisar >5000USD

Misal kita hitung dengan rate 2 jenis skema-skema di atas:  

5000USD skema 1 -> Rp. 12.625,- x 5000USD = Rp. 63.125.000,-
5000 USD skema 2 -> Rp. 11.851,- x 5000USD = Rp. 59.255.000,-

Selisih perbedaan Rp. 3.870.000,-/Bulan, hanya dari perbedaan pembebanan berdasark an kurs. Bagi Suffers yang menghabiskan budget besar hal ini mungkin material. Kita memang jangan terlalu fokus pada technical, fokus ke bisnis. Ya, tapi hal ini jika budget besar ada selisih perbedaan yang lumayan, Cash Flow dengan perbedaan Cash misalkan sejumlah itu tentu lumayan juga.

Semoga bermanfaat. Correct me if I am wrong...
Share ke rekan-rekan, jangan lupa berlangganan artikel otomatis ke email Anda.

NB:

Setelah Stuffers membaca artikel ini, jangan langsung berspekulasi mengganti currency dll, jika budget Iklan Anda tidak terlalu besar, mungkin tidak material. Mengubah currency menyebabkan data iklan Anda ter-reset, iklan hilang dan data Audience (Custom Audience) hilang


 
baca selengkapnya » Nofi Bayu Darmawan Menghemat Jutaan Rupiah Budget Iklan Facebook Per-Bulan Hanya Dari Setting

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Membuat Retargeting Iklan Facebook untuk URL Tertentu atau Keyword Tertentu

Website Custom Audience (WCA) atau masyhur disebut retargeting/remarketing facebook, memang sangat powerfull, Stuffers dapat membaca artikel sebelumnya yang terkait ini jika tidak mengikuti dari awal:


Pada pembahasan kali ini, +Nofi Bayu Darmawan  ingin mengetengahkan kepada Stuffers terkait mengumpulkan data audience dari WCA namun untuk visitor yang mengunjungi URL tertentu saja.

1. Latar Belakang

Tidak semua pengunjung website tertarget, model toko online yang marak di Indonesia adalah memiliki tipe display product dan artikel pendukung. Contoh; misalkan ada website ecommerce yang menjual sprei bedcover , nah susunan web ecommerce disusun berdasar;

- display produk sprei bedcover di home; ini tentu untuk display kepada calon pelanggan
- artikel pendukung di category blog; adanya artikel ini agar blog makin kuat di mata mesin pencari, men-generate content agar rich (SEO Friendly)

Dengan 2 susunan ini, maka visitor yang masuk ke URL yang terkait display produk konversinya lebih besar; misalkan ada visitor yang berkunjung ke URL: http://www.spreishop.com/motif-dewasa-2014/sprei-amrita/ tentu konversi lebih tinggi dari misal visitor yang berkunjung ke http://www.spreishop.com/blog/14-hadiah-pernikahan-murah-dan-mudah/ (artikel yang sifatnya softselling dan lebih mudah attrack user dari mesin pencari karena searches nya lebih banyak).

Nah, oleh karena itu kita dapat memisahkan audience yang terkumpul dari URL tertentu yang masuk ke website kita untuk lebih dapat dikelola dengan baik list building di facebooknya.

2. Teknis

Dengan latar belakang di atas, misalkan Stuffers hanya ingin meng-collect data dari visitor yang masuk ke URL yang terkait display produk saja, maka dari pilihan WCA, Stuffers pilih:

-Website Traffic

Kemudian; pilih visit spesific web page (URL halaman tertentu)



Ada 2 opsi pilihan di bagian URL halaman tertentu, kita bisa menentukan:

1. URL tertentu berdasarakan keyword (Pilihan: URL Contains); Misal untuk contoh di atas, kita ingin hanya memilih URL dengan category produk saja, misal untuk category sprei anak; maka masukan http://www.spreishop.com/sprei-anak/ sehingga seluruh URL dengan category sprei anak lah yang akan mengoleksi data visitor yang berkunjung ke URL dengan kategori itu. Adapun teknis nya di WCA adalah memilih bagian URL Contains, adalah sebagai berikut:


atau Stuffers dapat mengetikan/memasukan keyword-keywrod yang diinginkan misal; "sprei anak"

2. URL tertentu berdasarkan URL yang sebenarnya (statis); Ini jika Stuffers ingin mengumpulkan data sebagai target iklan dari visitor yang mengunjungi URL tertentu saja, misalkan di website kita ada promo/content tertentu, maka teknisnya adalah URL yang dimaksud dimasukan di pilihan URL Equals:




Semoga bermanfaat, dengan ini, data yang terkumpul di menu Audience di ads manager Anda dapat dikategorikan dan dibedakan.

Share ke rekan Anda Stuffers!



 
baca selengkapnya » Membuat Retargeting Iklan Facebook untuk URL Tertentu atau Keyword Tertentu

by Nofi Bayu Darmawan · 0

WCA Facebook Strategy: Burning The Crowd, Make a Funnel

Pada pembahasan yang telah lewat terkait website custom audience/WCA (retargeting), ada hal menarik yang bisa kita explore. Kita tahu bahwa WCA memungkinkan kita bisa berpromosi di social media ketika audience sebelumnya melihat content kita di website kita. Ada 2 titik temu disini:

A. Traffic ke website; Dari mana datangnya traffic sehingga orang mengunjungi website, namun orang tersebut sebelumnya harus sudah login facebook. Datangnya traffic pada umumnya dari berbagai sumber, umumnya adalah dari Search Engine.

Search Engine (SE), Baik Organic (SEO), maupun Paid (Adwords): ketika audience iklan facebook kita berasal dari SE, maka akan sangat tertarget, walaupun dari jumlah misal terlihat kecil. Misal; saya mempunyai web dengan banyak kata-kunci yang rankingnya bagus di SE, kata kunci itu misa; cara cepat hamil. Dalam 1 hari misal traffic dari SE sejumlah 300 orang, anggap saja ada 100 orang yang sebelum mengunjungi website dia sudah login facebook, artinya ada 100 audience yang mencari cara cepat hamil dan kita siap mengiklankan penawaran yang segmented tersebut di facebook ke 100 orang yang ingin hamil dengan biaya Rp. 10.000,- per hari. Kenapa? Rata-rata menunjukan dengan budget 1USD bisa menjangkau 1.000 orang tertarget, lantas jika 100? Rp. 10.000,- sudah maksimal dan efektif, jangan terlalu besar pasang budget.

Perlu dipahami bahwa poin (a) ini ada "jika" nya, ya jika Anda;

1. Mempunyai website dengan ranking yang bagus (SEO), atau Search Impression anda bagus di Google Adwords.

2. Dengan poin satu maka memungkinkan website Anda traffic nya lumayan.

dengan 2 poin di atas Anda baru bisa memulai mengumpulkan Audience dari orang yang berkunjung ke website dan sudah logged facebook, maka jadilah ter-collect dalam data Website Custom Audience (WCA). Anggap saja, dari case di atas adalah 100 per hari, maka dalam 10 hari Anda bisa mengumpulkan 1.000 orang yang ingin hamil, dans sekali lagi dengan jangkauan sejumlah itu, Anda bisa memaksimalkan reach dengan budget yang tidak terlalu besar, dalam hal ini Rp. 10rb/day.




B. Deliver to Audience; 

Website is about content, social media is about content and human, walaupun mereka pengunjung website, manfaatkanlah jenis iklan yang bersifat humanis, yaitu page post engagement, dengan page post engagement itu akan lebih "social", dimana di post yang diretargeting ini Anda bebas menuliskan deskripsi yang panjang dengan segmen pengunjung website di atas, misal dengan audience yang sudah dikumpulkan di WCA website dengan traffic mayoritas terkait kehamilan di atas, misalkan post seperti ini menggunkan page post:



C. Strategy

Selain di atas, hal lain yang bisa diexplore adalah kita membuat "pemanas market", dari poin A dan B di atas audience yang kita sajikan masih dalam cakupan pengunjung website dari SE bukan? Bagimana itu awalnya adalah merupakan orang yang memang sedang bersosial di social media facebook. Saya menyebutnya "burning the crowd", hal yang perlu kita garisbawahi poin-poinnya adalah sebagai berikut:

1. Crowd

Tentukan Crowd dari market kita, kita riset terlebih dahulu, calon pelanggan kita di facebook banyakan berkumpul dimana (Crowd). Ok, kita ambil contoh yang agak sulit yah, kita mau berpromosi usaha budidaya lele dan pembibitan lele di facebook, bagaimana strategy nya?

Secara "biasa" yang dilakukan pemasar adalah menyiapkan konten/post kemudian misalkan berpromosi melalui page post yang diiklankan. Namun kadang kala jika market nya tertentu, itu akan susah untuk menuju konversi, kadangkala sangat diperlukan edukasi market, betul? Jika market sudah teredukasi maka akan lebih mudah.

Ok, misalkan dengan memanfaatkan Graph Search , diketikan di Graph Search dengan Query "group named "lele" " maka munculah sebagai berikut, dan inilah crowd nya di facebook, setelah itu Anda bisa dapatkan dengan bantuan tools untuk mendapatkan audiencenya.




Poin 1 ini menemukan Crowd bisa macam-macam, misalkan Anda dapat menentukan dari jumlah potensial di interest di ads manager yang terkait produk Anda, karena market di atas tertentu, maka direkomendasikan memakai Graph Search.

2. Burning

Misalkan sebelum kita berpromosi secara hard selling, kita panaskan Crowd tadi, burning the crowd, dengan cara apa? Kita sajikan artikel pemanas ke crowd. Misalkan dalam contoh yang sesuai poin (1) di atas adalah kita sajikan artikel di website (iya, harus di website, karena WCA akan mencatat berapa jumlah orang yang tertarik membaca dari total jumlah Crowd), misalkan kita sajikan artikel:

"Si Joko, Arek Malang yang Sukses Dengan Omzet 1 M/Bulan dari Budidaya Lele"

jumlah orang yang click website akan terekam dalam WCA. Misal setelah Anda mengumpulkan audience via graph search di atas terkumpul 100.000 audience yang segmented dengan duna "per-lele-an", itulah yang menjadi target artikel kisah si-Joko di atas.

Setelah diiklankan misalkan WCA terdata sejumlah 1.000 terkumpul dari 100.000 di atas, artinya 1.000 ini tertarik dan membaca, sebenarnya Anda bisa melakukan iklan selanjutnya secara Hard Sell ke 1.000 itu artinya ini dalam 2 tahap:

- Artikel Soft Sell -> Crowd->100.000 AUDIENCE
-Hardsell -> WCA->1.000 AUDIENCE

Tapi, mungkin lebih konversi lagi dengan explore poin ke-3

3. Make a Funnel

artinya, artikel pemanas bukan cuma 1, misal ada 2, 3 atau seterusnya. Contoh artikel pemanas;

ke-1 -> Crowd: 100.000 audience: "Si Joko, Arek Malang yang Sukses Dengan Omzet 1 M/Bulan dari Budidaya Lele"

ke-2-> WCA: yang terkumpul dari yang membaca poin 1: 1.000 audience: "Strategi dan Hitung-hitungan Proft Budidaya Lele dari Pakarnya"

ke-3->WCA: yang terkumpul dari yang membaca artikel 1 dan 2; misal 500 audience -> Hard Selling, misal post yang intinya misalkan penawaran terkait budi daya lele

Nah, dengan funneling seperti di atas, proses menuju konversi dihiasi dengan sebuah edukasi, dimana edukasi dilakukan melalui sebuah filtering dengan bantuan Website Custom Audience. Ini saya lakukan dalam beberapa kesempatan, untuk mendatangkan audience dalam event tertentu dll. Sangat powerfull.

Semoga bermanfaat, jangan lupa share ya.




 
baca selengkapnya » WCA Facebook Strategy: Burning The Crowd, Make a Funnel

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Cara Meremove Fanpage dari Primary Page di Business Manager

Hi Stuffers! Bagi yang sudah mengenal business manager ada beberapa orang yang kesulitan dan mencari tahu bagaimana fanpage yang dijadikan primary page di tarik kembali ke facebook personal. Ketika fanpage sudah dipindahkan ke business manager oleh admin manager maka tidak bisa diakses melainkan melalui business manager.

Dalam beberapa keadaan ketika advertiser beriklan via facebook profile ads manager dan dihadapkan keadaan dimana mengiklankan fanpage nya hanya bisa via business manager, maka akan menjadi sebuah problem.

Bagi Anda yang sudah terlanjur menjadikan sebuah facebook page menjadi sebuah primary page di business manager dan bingung mengembalikannya, berikut caranya:

1. Posisikan bahwa Anda memiliki lebih dari 1 Page di menu "Page" di Business Manager, 1 adalah fanpage primary dan satu adalah fanpage lainnya. Pergi ke menu "Info" di business manager.



2. Cari fanpage yang lain yang sudah ditambahkan di menu "page" tadi, dan jadikan menjadi primary page. Dengan ini fanpage yang dahulu menjadi primary akan tidak menjadi primary.




3. Setelah itu pergi ke menu "Page" lagi dan remove fanpage yang akan diremove.

Semoga bermanfaat. Dengarkan Tips dari saya sekitar 1 menit terkait business manager berikut:


  


baca selengkapnya » Cara Meremove Fanpage dari Primary Page di Business Manager

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Petualangan 5 Level di Facebook bareng FanspageID, dan Download Ebook Panduan Closing!



Hi Stuffers, Suka main Game? Suka Berpetualang? Bagaimana jika berpetualang memecahkan teka-teki di facebook! Ikuti petualangan Online di facebook yang kami susun dalam 5 Level, yuk ikuti, gratis dan dapatkan hadiah menarik dari FanspageID, kamu juga sekaligus bisa men-download ebook yang menarik untuk mengawali petualangan ini:





baca selengkapnya » Petualangan 5 Level di Facebook bareng FanspageID, dan Download Ebook Panduan Closing!

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Bagaimana Perjuangan Toko Clodi di Malang ini Melejitkan Penjualannya via Facebook

Toko Clodi MurahAwal pemilihan nama ini karena kebetulan sudah punya domain tokoclodimurah.com, alasan lain adalah domain tersebut lebih SEO friendly karena keyword clodi murah sangat dicari. Pada saat itu sekitar tahun 2010 pada pemikiran kami satu-satunya cara jualan di online adalah melalui web dengan mengutak atik SEO. Walau pada tahun pertama fokus kami adalah jualan OFFLINE. Jarang sekali kami menghabiskan waktu untuk research penjualan secara ONLINE. Mendatangi babyshop, posyadu, puskesmas, sebar brosur, ikut event pameran adalah kegiatan rutin yang kami ikuti.




Sampai pada suatu ketika kami pameran di MALL ternama di kota Malang. Alhamdulillah dapet tempat yang sangat tidak strategis, jarang dilewati orang dan sangat tidak menarik lokasinya. Waktu jaga stand di pameran ini lebih banyak saya gunakan untuk online di internet sambil baca artikel, saat itulah pertama kali saya kenal FanspageID. Hari pertama dan kedua pameran berlalu dengan total kunjungan 2 orang itupun teman-teman yang saya sengaja undang untuk datang. Karena sepi inilah saya punya banyak waktu membaca dan bereksperimen dengan Facebook dari panduan yang diberikan di Fanspage-id.com.

Sebenarnya sama norma yang ada di jualan ONLINE dan OFFLINE. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Kecepatan respon dalam menjawab setiap komentar atau tanggapan dari pelanggan. Hal ini juga saya tekankan ke setiap crew Toko Clodi Murah bahwa setiap komentar, atau apapun pernyataan yang ada di facebook toko clodi murah harus dijawab walau Cuma OKE, YA, Terima kasih dan sebagainya.

2. Promosi harus ada untuk mengakselerasi program kerja toko. Bisakah jualan tanpa promosi ? jawabnya bisa tapi akan berjalan sangat lambat. Maka dari itu pertama kali yang saya pelajari adalah teknik bagaimana berpromosi secara efektif dan efisien.

3. Kelemahan terbesar toko online adalah pada sisi kepercayaan pelanggan. Kami punya trik untuk satu hal ini yaitu dengan mengupload foto setiap kegiatan yang kita lakukan, misalkan kegiatan pada saat pameran, kegiatan di toko pada saat ada pembeli, kegiatan sales pada saat nagih ke babyshop, kegitan bongkar barang ataupun kirim barang dan sebagainya. Karena kami yakin dengan mengupload setiap kegiatan ini akan menumbuhkan kepercayaan bahwa toko clodi murah adalah benar-benar toko dan bukan abal abal.

4. Untuk memudahkan komunikasi buat banyak alternatif jalur komunikasi, saat ini kami bisa dihubungi melalui sms, telpon, Whatsapp, BBM, YM ataupun Facebook.

5. Untuk berinovasi jangan terlalu banyak berfikir, segera jalankan idenya dan lakukan evaluasi secara terukur. Tidak usah takut akan gagal karena dari kegagalan akan muncul jalan baru menuju keberhasilan.




Saat ini hamper 80% transaksi didapatkan dari ONLINE, untuk itu kami sadar untuk terus memperkuat teknik penjualan online kami. Penjualan online toko clodi murah didukung di www.tokoclodimurah.com dan www.facebook.com/tokoclodimurah . Facebook kami gunakan untuk mendatangkan traffic ke web kami dengan cara selalu membuat status yang mengarahkan pembeli mengunjungi web kami.

Karena untuk beberapa merk clodi kami sudah menjadi distributor wilayah maka untuk saat ini fokus terbesar kami adalah mendatangkan banyak agen. Penjualan retail tidak lagi menjadi prioritas. Kami membuat system keagenan yang memudahkan reseller untuk saling support dalam hal pendistribusian produk. Saat ini agen atau reseller kami buka pintu selebar-lebarnya untuk belajar bersama kami dalam hal bagimana berjualan di FB. Kebetulan kami memiliki ratusan ribu data prospek pelanggan yang siap kami berikan pada setiap agen, data ini berupa akun facebook calon konsumen yang bisa di add untuk menjadi teman di facebook agen-agen kami. Selain itu kami juga memberikan support training pemanfaatan facebook untuk meningkatkan penjualan clodi. Sementara untuk saat ini masih terbatas pada agen atau reseller yang ada di Malang, selanjutnya kami mengupayakan bisa juga diterapkan kepada agen yang berada di luar Malang.

Untuk memperkuat penjualan di Facebook kami mencoba untuk menggunakan semua fasilitas yang ada, yaitu:

1. Fanspage : kami gunakan untuk branding dan jalur komunikasi stok barang dengan reseller, karena album yang ada di fanspage selalu update, barang atau motif yang dipajang di fanspage berarti ready stok, motif yang sudah tidak dipajang berarti sudah tidak ada stok

2. Group : kita gunakan komunikasi dengan member atau reseller, kami menggunakan secret group agar lebih privat.

3. Personal account juga tetap kami gunakan karena untuk chatting dengan pelanggan harus menggunakan personal account, untuk personal account ini juga digunakan reseller untuk terus menambah teman yang tertarget, jadi hanya orang-orang yang memiliki prosepek membeli clodi yang di invite menjadi teman.

Setelah mengembangkan usaha secara online selama dua tahun, kami saat ini memiliki data yang sangat menunjang dalam menentukan target pasar. Facebook yang memiliki fitur yang sangat lengkap memudahkan kami memilah target pasar. Saat ini kami mengetahui kota mana yang menyumbang pendapatan terbesar, kemudian rentang usia pelanggan, serta criteria demografi lainnya. Data ini yang akan kami gunakan untuk memperluas pasar dan tentunya akan kami bagikan kea gen dan reseller kami. Jadi agen dan reseller tidak perlu melakukan riset dari awal lagi untuk menentukan siapa calon pembeli mereka. Data dan informasi tetntunya sangat penting, inilah yang kami yakini akan menjadi senjata pamungkas kami di masa yang akan datang.

Crew di toko clodi murah sudah ada 4 orang, dengan masing-masing orang memiliki pembagian tugas yang saling mensupport. Harapannya awal tahun depan sudah harus menambah orang lagi untuk membantu menangani pekerjaan online yang semakin sibuk. Ada rencana juga Toko clodi murah akan kami berikan panggilan baru yaitu KOCOMU, semoga akan semakin menguatkan brand toko clodi murah di hati bunda di seluruh Indonesia.

Facebook bisa dikatakan sebagai sarana paling penting dalam proses penjualan produk di Toko Clodi Murah (KOCOMU). Menyadari hal itu kami sebagai admin tahu betul tantangan utamanya adalah bagaimana menambahkan jumlah LIKE pada fanspage secara berkesinambungan dan menjaga interaksi di Fanspage supaya tetap tinggi. Menambah jumlah Like dan menjaga interaksi tetap tinggi bisa dilakukan dengan dua cara yaitu cara pertama dengan menggunakan Facebook ads dan cara kedua adalah dengan membuat konten status yang mengundang interaksi. Atau malah kedua cara ini dilakukan bersama – sama.

Kalau dengan Facebook ads, KOCOMU memilih sasaran iklan ditujukan kepada wanita, dengan range usia 25-34 tahun, status menikah, dengan interest pada bayi atau perlengkapan bayi. Budget yang dipasang gak perlu tinggi cukup 1-2$ sehari. Kadang kami juga mengisi pilihan behavior pada pengguna operating system windows (PC) atau android (smartphone). Dengan cara ini diharapkan jumlah LIKE terus bertambah sehingga pelanggan baru selalu tercipta. Kenapa kami menarget iklan ini hanya ke wanita karena di statistic kami (bisa dilihat di Audience Insights) pelanggan kami 92% wanita, dinama 78% dari pelanggan wanita ini berada pada usia 25-34 tahun. Pada Audience Insights juga bisa dilihat interest serta behavior dari pelanggan kami, sehingga sangat memudahkan kami dalam mencari target iklan KOCOMU.

Cara kedua sebenarnya yang paling saya suka adalah dengan memainkan konten status yang bisa mengundang interaksi yang tinggi. Selama ini setidaknya ada tiga macam status yang sukses meningkatkan interaksi walau tidak dengan iklan.

1. Clodi Gratis

yang sangat saya suka dari status ini adalah jangkauannya yang sangat luar biasa, bisa dilihat satu status tanpa iklan bisa menjangkau 28Ribu lebih dengan cara kita “memaksa” orang untuk mengetikkan komentar dan share status kita. Kelemahannya adalah kita jadi keluar biaya untuk menyediakan produk gratis tapi jika dihitung masih murah kok biaya yang harus dikeluarkan, pernah dengan status seperti ini total people reached sampai diatas 50Ribu orang padahal jumlah total like kami gak sebesar itu. Gambar disamping ini status masih belum ditutup karena undian baru akan ditutup seminggu lagi jadi masih ada kemungkinan people reached nya jauh lebih besar dari 28K






gambar diatas ini memperlihatkan jumlah engagement untuk status CLODI GRATIS dari beberapa kali percobaan, untuk dua status yang diatas bisa mencapai 2400 post klik dengan 3600 like, comment atau share. Bisa dibayangkan bukan, jika ada status seperti ini efek viralnya luar biasa.

2. Lelang

status ini adalah kesukaan kami, karena selain menghasilkan jangkauan yang luas dengan interaksi yang tinggi produk kami tetap terjual. Karena target dari status adalah bukan penjualan melainkan adalah interaksi yang tinggi maka ada beberapa syarat yang kami buat untuk “mempersulit” peserta lelang untuk memenangkan lelang.





Misalnya kami hanya memperbolehkan kenaikan nilai lelang tidak lebih dari 3000 rupiah saja, contoh kasus jika si A melakukan penawaran sebesar 10.000 maka si B, si penawar berikutnya harus menawar tidak lebih dari 13.000 hal ini gunanya agar lelang tidak cepat selesai dan komentar yang terjadi semakin banyak. Dan perlu diketahui jarang sekali lelang ini berakhir dengan hasil penjualan yang jauh dibawah harga sesungguhnya, biasanya produk dengan harga 60ribu terjual pada lelang dengan nilai 57ribu atau turun sebesar 5% saja.

Gak rugi kan kita selain mendapatkan traffic yang tinggi dengan tingkat interaksi yang sangat bagus, produk yang terjual dengan harga yang tidak rendah (biasanya turun 5%-10%) dari harga normal, anggap saja diskon atau biaya iklan.

3. Sayembara

Sayembara ini tujuan utamanya adalah branding, pernah dulu kita lakukan promo semacam ini dengan memberikan hadiah berupa membership gratis bagi siapa saja yang berkenan mengganti profile picture mereka dengan gambar yang kita tentukan (tentunya gambarnya adalah iklan branding KOCOMU) selama 2 bulan tanpa boleh diganti. Efeknya luar biasa banyak sekali ibu-ibu yang rela memajang logo KOCOMU hanya untuk mendapatkan keanggotaan GRATIS, kelebihan menjadi anggota atau member kami adalah diskon selamanya untuk semua produk tanpa terkecuali, tanpa syarat pembelian minimum. Artinya beli satu atau beli banyak diskon tetap banyak.

Ketiga jenis status diatas menjadi jurus pamungkas kami dalam mempertahankan tingginya jangkauan. Tetapi seperti diketahui jurus pamungkas tidak boleh keluar terus menerus, nanti akan menimbulkan efek jenuh dan penurunan performa. Lancarkan jurus pamungkas di saat yang tepat, maka hasilnya akan luar biasa.
---

Berikut customer-customer yang memborong produk Kocomu :)





Yuda Adhadiyan, Founder Kocomu - Salam Sukses!


Asah ilmu Facebook Marketing, Belajar and Practical Case, di Malang akhir bulan November ini, visit:




 
baca selengkapnya » Bagaimana Perjuangan Toko Clodi di Malang ini Melejitkan Penjualannya via Facebook

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Follow this site