________________________________________________________________________________

Apakah Anda Merindukan Tulisan Nofi Bayu Darmawan?

Di bulan Januari 2015, Nofi Bayu Darmawan sibuk menyelenggarakan pra, pernikahan, dan pasca-nikah. Oleh karena itu belum menyempatkan wkatu kembali menulis di blog ini. Nanti inspirasi-inspirasi menarik lainnya di Februari nanti. Komen di post ini atau reply di email (jika kamu membaca ini via email) apakah kamu menunggu-nunggu tulisan berikutnya.

See you


baca selengkapnya » Apakah Anda Merindukan Tulisan Nofi Bayu Darmawan?

by Nofi Bayu Darmawan · 0

2015, Apa yang Harus Kita Perbaiki dalam Marketing di Facebook?

Facebook dalam kurun waktu tahun 2014 mengalami perubahan yang sangat frekuentif, namanya juga sebuah platform, oleh karena itu perusahaan mereka selalu mengupdate apa yang dianggap paling ideal bagi para penggunanya (user-facebooker). Bagi para pemasar internet hal ini berimbas pada technical nya, adapun strategi dari kurun tahun ke tahun yang namanya marketing tidak jauh berubah, akan tetapi technical lah yang diupayakan menyesuaikan sebuah platform.




Ada beberapa hal-hal yang menjadi public enemy bagi facebook marketer yang tergolong tantangan besar di tahun 2014:

1. Alogaritma Edgerank Berubah Signifikan

Channel dalam facebook marketing salah satunya yaitu fanpage facebook, sebagai tempat dimana sebuah brand berkomunikasi dengan audience, tentunya ingin ketika makin banyak audience yang dijangkau melalui fanpage facebook tersebut publikasi content akan semakin luas dan ber-impact pada interaksi ataupun conversation makin intens dengan fans, content jualan pun bisa menjangkau makin banyak pemirsa. Namun, dengan berbagai pertimbangan 1 dan lain hal, facebook terus memperbaiki rumus alogaritma ini. 

Hal yang membuat kebanyakan brand mengeleuarkan effort lebih, bahkan banyak juga big brand yang meng-counter kebijakan facebook ini karena dipandang reach (jangkauan) terhadap fans di fanpage turun drastis. Dalam hal ini data menunjukan kurang dari 5% jangkauan rata-rata sebuah fanpage dari total fans yang sudah ter-koneksi "liked a page", bahkan bisa jadi s.d 1-2%, bahkan ada juga yang sangat fantasitis jangkauannya sangat besar itu bergantung dari content yang dipublikasikan apakah mengundang interaksi atau tidak.

Hal ini menyebabkan banyak marketer yang berpikir dua kali, apalagi untuk marketer pemula atau pebisnis online yang masih menghitung-hitung cost marketing mereka untuk membangun sebuah fan base di facebook dengan mengumpulkan fans di facebook page (Page Likes), karena bisa jadi ketika maintenace yang tidak maksimal membuat cost yang sudah diinvestasikan akan sia-sia, bayangkan jika sudah membangun ratusan ribu fans namun jangkauan tidak maksimal, padahal sudah menggelontorkan dana yang tidak kecil.

Oleh sebab di atas, maka makin banyak marketer yang melakukan hal di poin 2.

2. Ketergantungan Akan Iklan Facebook

Minggu kemarin saya bertemu client saya yang sudah pernah saya training, dia mengemukakan bahwa "Klo ga ngiklan, ga ada jualan mas.., dan iklan akhir2 ini sepi penjualan", setelah saya analisa ada beberapa hal yang menyebabkan alasan tersebut. Di tahun 2014 ini internet marketer sudah mulai bermunculan dengan persebaran dimana-mana, dengan banyaknya edukasi baik berbayar maupun gratis seperti di +Fanspage ID  ini, ilmu-ilmu internet marketing lainnya yang tersebar di berbagai blog, makin seringnya jumlah workshop/seminar terkait internet marketing di Indonesia, sebenernya trend positif ini sangat bagus sekali, artinya mulai banyak yang aware untuk meningkatkan akselerasi marketing nya di internet yang selama ini mungkin sangat lambat marketing nya jika dijalankan via offline saja.

Di lain hal, ini menciptakan munculnya juga marketer-marketer baru, yang siap akan ilmu internet marketing namun biasanya bingung dalam hal produk dan bisnis-nya, oleh karena itu kebanyakan me-marketingkan produk yang sedang-trend dipasarkan oleh marketer lainnya, pun di marketing kan dengan iklan (paid advertising) karena terbilang cepat bisa kelihatan impact atas cost yang diinvestasikan.

Dengan ini menyebabkan pemetaan market netizen di Indonesia dengan posisi internet marketer yang semakin banyak, dan beberapa  yang ber-compete (kompetisi) dalam market yang sama, bahkan produk yang sama, menyebabkan semakin banyak pemancing dalam 1 kolam, jika umpan-umpannya itu-itu saja ikan akan lebih memilih pemancing yang umpannya lebih menggiurkan, artinya, tingkat kompetisi semakin tinggi, dengan semakin banyaknya pebisnis yang mulai teredukasi di bisnis online ini. Oleh karena itu janganlah sekedar ketergantungan akan iklan berbayar, itu bukan hal yang tercela tapi gunakanlah itu tidak hanya sekedar mengejar transaksi, mendapatkan buyer baru, produk dikirim, dan selesai, dan mencari new customer lagi dan berputar terus pola seperti itu. 

Beriklan itu juga dilihat dari sudut pandang lain, yaitu membeli data, data calon customer seperti apa, bagaimana mereka-mereka yang berinteraksi terhadap konten kita, bagaimana karakterisitik audience yang banyak mengasilkan konversi, dari mana datangnya, dengan ad copy seperti apa, apakah mereka melakukan pembelian ulang setelah produk yang dipakainya habis, apakah dia merekomendasikan kepada yang lainnya..., dst, dst..

Oleh karena itu, perlu dipikirkan dengan berbagai uraian di poin 2 ini, maka munculah poin ke 3.

3. Melupakan Branding dan Sibuk dengan Hal Teknis

Dengan lupanya branding, akan semakin terus kita berkutat di poin 2, kita akan terus mencari tahu bagaimana caranya supaya iklan murah, bagaimana caranya membuat akun klonengan, bagaimana caranya bla bla bla, dll. Kita harus memahami bagaimana branding itu terbentuk, bagaimana tetap terus ada penjualan walau kita tidak beriklan, bagaimana calon customer yang dulu sudah pernah memakai produk kita dan habis masa pakainya teringat kembali akan brand kita, bagaimana kita me-remind customer akan reaksi mereka memakai produk kita, apa yang membuat brand anda unique dari yang lain, alasan apa yang menyebabkan calon customer harus membeli produk Anda daripada ke yang lian, bagaimana kita menyajikan konten yang membuat mereka senang dan bersedia dengan senang hati mereka share ke lainnya, bagaimana kita menjadikan audience bagian dari brand kita. dll, penting terkait branding, kita harus mulai mengaplikasikan hal ini ke bisnis kita sejak dini.

Artikel-artikel seputar branding dapat dibaca di Facebook Branding.

Semoga bermanfaat utnuk memulai menatap persaingan indah di tahun 2015!





 
baca selengkapnya » 2015, Apa yang Harus Kita Perbaiki dalam Marketing di Facebook?

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Audience Intersect: Lebih Tertarget Dari Sekedar Interest Facebook

                                        








Dalam penargetan iklan facebook, kita tahu bahwa section pada interest facebook adalah hal yang penting, namun perlu Anda ketahui interest di facebook dalam satu row (baris) itu menggunakan pattern "OR" (atau). Contohnya sebagai berikut:



artinya adalah kita menarget orang-orang yang suka dengan/mengikuti "AirAsia" ATAU Lazada Indonesia, bukan berarti kita menarget orang-orang yang mengikuti "AirAsia" DAN "Lazada Indonesia". Lebih tertarget bukan jika memakai fungsi matematika AND (DAN) ? Karena itu menunjukan sebuah irisan (intersect) dari suatu populasi.

Misal;

Populasi orang yang suka Kucing; 5.000.000 orang
Populasi orang yang suka kucing Persia; 400.000 orang
Irisan dari Populasi; 150.000 orang (yang menyukai kucing dan menyukai kucing persia)

Hal ini, intersect (irisan) akan lebih tertarget karena dengan filtering standar ganda yang menyukai beberapa hal sekaligus, terkadang jika menggunakan fungsi atau bisa jadi dia mengikuti tapi dengan tingkat kecintaan/keloyalan/kesukaan yang level nya tidak lebih tinggi dari pada orang yang mengikuti beberapa hal namun 1 tema, setuju?

Untuk itu Audience Intersect hadir, ini dideveloped oleh Pihak Teespring, walaupun pada awalnya diperuntukan untuk marketing teespring, namun Stuffers tetap bisa menggunakan tools ini, dengan syarat sudah sign up akun Teespring terlebih dahulu.

Teknis;

1. Sign Up Audience Intersect di http://www.audienceintersect.com/
Silakan baca dan pelajari.

2. Install Extention di Chrome Anda

3. Menuju Ads yang akan di edit targetingnya dan click "audience intersect" button






Ya, ketika Anda berkunjung ke rumah teman Anda dan dia mengoleksi berbagai macam Bunga Mawar diantaranya Bunga Mawar Putih DAN Mawar Merah DAN Mawar Ungu, dll, artinya memang teman Anda benar-benar suka Bunga Mawar, namun ketika Anda berkunjung Rumah teman Anda yang lain dan melihat dia punya Bunga Mawar 1 Jenis, belum tentu dia suka, bisa jadi itu pemberian, bisa jadi ini, bisa jadi itu, artinya level kesukaannya lebih rendah dari yang ituuu.

Semoga bermanfaat, menarik bukan? Jangan lewatkan tips berikutnya, berlanggannan via email agar Anda bisa menerima tips terbaru facebook marketing langsung dari +Nofi Bayu Darmawan ke email Anda dimanapun Anda berada.



 
baca selengkapnya » Audience Intersect: Lebih Tertarget Dari Sekedar Interest Facebook

by Nofi Bayu Darmawan · 0

2-Day Facebook Marketing Training Intensive #Jogja, 17-18 Jan 2015




Click facebook event berikut untuk more info:




baca selengkapnya » 2-Day Facebook Marketing Training Intensive #Jogja, 17-18 Jan 2015

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Menemukan Interest yang Sangat Tertarget dengan Menggunakan Audience Insight

Dalam melakukan riset target audience target pasar, hal yang paling mendasar menentukan kemudahannya adalah bagaimana kita paham betul behaviour dari target audience. Ya, untuk lingkungan tertentu kita tidak mengetahui secara sempurna behaviour dari target audience. Misalkan begini: Ketika saya memasarkan produk ke Negara Indonesia dibandingkan dengan USA, tentu berbeda dalam hal penguasaan behaviour, kenapa? Karena saya akan memerlukan effort lebih untuk mempelajari target market yang belum terlalu familiar dengan kita, contohnya misalkan untuk transaksi online di Indonesia terjadi puncak yaitu di hari kerja (week days), adapun di USA terjadi puncak di weekend, hal lain misalkan kebanyakan pembeli suatu produk untuk market Indonesia usia muda/dewasa 20-an ke atas hingga 35th lebih banyak (mendominasi), akan tetapi untuk tingkat konversi penjualan di USA kebanyakan lebih banyak di usia yang dipandang "wise" bijak (>35th), untuk usia muda beberapa case, memiliki tingkat refund (pengembalian produk) yang tinggi, dan masih banyak hal lagi, mengenai bagaimana mereka membagi waktu sehari-hari mereka, dimana mereka biasanya menghabiskan waktu liburan, makanan, dll. Intinya yang ingin saya tekankan adalah pada dasarnya untuk mempelajari market yang masih familiar dengan kita bisa saja kita menggunakan otak kanan kita, artinya itu merupakan suatu hal yang memang sudah biasa terjadi di sekitar kita, yang mudah, jangan dianggap susah.




Terkait dengan penjabaran di atas dalam targeting interest pada iklan facebook, maka juga diperlukan riset, dan effort yang dibutuhkan untuk riset itu adalah sebesar bagaimana kita familiar terhadap target market kita. Mengenai jabaran tentang interest pada iklan facebook, sudah dijabarakan dalam artikel dahulu. Untuk membantu riset kita dalam meminimalisir effort yang kita keluarkan, kali ini kita menggunakan tools audience insight facebook.

Dengan Audience Insight dapat membantu kita menemukan interest (minat; hal yang menjadi fan base dari audience di facebook), kita akan menggunakan metode filtering dengan memanfaatkan data fanpage-fanpage yang menjadi fan base dari suatu interest.

1. Step I: Memasukan Broad Interest (Interest yang Tidak Spesifik)

Kita memasukan kata kunci global, karena kita tidak tahu interest yang seperti apa yang tertarget untuk market yang kita belum familiar dengan audience-nya. Contoh misalkan kita akan menarget market tentang Pecinta Kuda di USA, Interest: Horse Lover.



Masukan 1 demi satu Interest Broad (Luas), kemudian analisa fanpage-fanpage yang muncul yang terkait pada interest itu (Poin ke-2)

2. Step II: Analisa Fanpage yang merupakan Fanpage dengan Dominasi Interest di atas, di bagian menu "Page Likes"



Akan terlihat fanpage-fanpage yang terkait dengan interest "horse lover" tapi fanpage tersebut belum terlalu targeted (belum sangat spesifik).


3. Step III: Cross Fanpage  ke Interest

Akan muncul di poin 2 fanpage terkait interest yang dibidik, dan ingat bahwa fanpage juga bisa menjadi sebuah interest. Fanpage dengan jumlah fans besar dan sudah agak lama dibangun biasanya muncul sebagai interest. Nah, fanpage yang muncul inilah kita masukan dalam kolom interst.



Masukan nama-nama fanpage dalam kolom interest, preview dari daftar fanpage akan berubah ke fanpage-fanpage yang sangat spesifik.



4. Step IV: Lakukan kembali pada poin 2 kemudian poin 3

Dan akan terlihat fanpage-fanpage yang terlisting di dalam data tersebut berbeda dari sebelumnya, data akan menunjukan fanpage yang lebih spesifik, ulangi terus hal tersebut hingga kita menemukan fanpage yang sangat spesifik.

Misalkan dengan case ini kita berhasil menemukan:

- Makanan Kuda yang paling banyak dibeli/dicari
- Website tentang dunia per-kuda-an
- Acara TV Show tentang per kuda-an
- Komunitas tentang per-kuda-an

dll, yang sangat spesifik bukan seperti data di poin 2 tapi lebih segmented lagi.

5. Step V: Save Data dan Siap Digunakan untuk Audience Iklan Facebook



6. Data yang sudah Anda Save, Anda dapat menggunakannya via Iklan Boost Post di Fanpage atau Power Editor.

Ini video teknis nya step by step, silakan tonton video berikut:




Semoga Bermanfaat.



 
baca selengkapnya » Menemukan Interest yang Sangat Tertarget dengan Menggunakan Audience Insight

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Hmmm, Hari ini Kena AME Lagi!

Hi, Stuffers. Semangat Pagi, pagi yang Indah ketika membaca email menjumpai ads account kita di-disabled (nonaktifkan). Jika keterangannya terkait violation kemungkinan besar itu karena iklan yang dissapproved terlalu banyak, semakin banyak jumlah iklan yang dibuat semakin tinggi frekuensi ditolaknya. Walaupun terkadang menurut pandangan kita ditolaknya karena bukan pelanggaran berat, misalkan karena beberapa iklan ditolak karena text pada gambar lebih dari 20%, terkadang kita luput akan hal ini, pengukutannya tidak selalu tepat kita perkirakan, akan tetapi dissapproved tetap dissapproved, skema akumulai iklan ditolak yang sekarang diterapkan oleh facebook menyebabkan Stuffers harus kian berhati-hati.



Jika sudah begini, mari kita appeal dahulu dicoba, jika tidak memungkinkan baca tips-tips terkait Ads Manager Error yang sudah kami tulis sebelum-sebelumnya disini.






 
baca selengkapnya » Hmmm, Hari ini Kena AME Lagi!

by Nofi Bayu Darmawan · 0

Follow this site