Ada banyak produk yang dapat dijual di dunia digital, termasuk juga di social media facebook. Ada banyak juga jenis dan tipe barang yang memiliki macam-macam pendekatan marketing yang pas dan menyentuh. Kali ini mari kita berkenalan dengan seni bagaimana berpromosi yang mampu menusuk emosional pembaca.

Agustus 2014, saya diundang di Solo dan Yogyakarta, di Solo saya khusus membahas Facebook Ads secara keseluruhan dari basic dan advance, di Jogja saya diundnag oleh PT. Natural Nusantara yang pada saat itu training facebook marketingnya diadakan di Balai Pelatihan Kesehatan Yogyakarta.







Dalam setiap pembahasan biasanya saya tekankan pada acara dimanapun, copywriting itu sangat penting dalam promosi di facebook, baik itu marketing tanpa iklan (organic reach), maupun menggunakan iklan (paid reach). Dalam content yang diupdate status di fanpage saja misalkan, jika content itu menarik akan menimbulkan efek viralitas yang bagus, yang pada akhirnya organic reach akan lebih banyak dari biasanya/dari posting lainnya. Tak kalah juga dengan paid reach (iklan facebook page post) , akan semakin murah iklan jika posting yang diiklankan tersebut menimbulkan banyak interaksi (like, comment, share ). Apa iya? di artikel berikutnya saya akan tunjukan secara teknis.

Berkenalan dengan Product Problem Solving dan Seberapa Menjanjikan Marketnya?

Saya mempunyai beberapa onlineshop yang mungkin Anda tidak tahu karena saya memang merahasiakannya. Namun, dengan kesukaan saya hoby berpromosi secara halus (soft selling), saya cenderung sangat tertarik ketika mempromosikan produk-produk problem solving. Apa yang saya maksudkan problem solving disini? Produk yang mana memberikan pemecahan masalah terhadap problem tertentu yang spesifik. Misalkan: menyembuhkan A, mengatasi B, mengobati C, Menghilangkan D, Menjadikan E, dll.

Untuk produk-produk yang non-problem solving dalam sudut pandang saya misalkan dalam skala broad seperti baju, jaket, tas, sepatu, sandal, kaos, dan jenis lainnya. Anda dapat mengukur bagaimana prospek produk yang Anda jual, seberapa banyak yang akan berpotensial, dan potensi lainnya di artikel ” Market Size di Facebook”.

Mengapa produk problem solving cocok untuk dimainkan dari sisi copywriting? Ya, dengan kita menyajikan problem kemudian solving akan menyentuh emosional audience. Untuk produk-produk skala broad di atas kita terbatas untuk memainkan kata-kata, umumnya adalah dengan kata-kata standar misalkan; Kode Produk, Jenis, Fungsi , Kontak Pembelian, dll

Untuk format copywriting sebenarnya sudah saya singgung dalam artikel “Teknik Copywriting di Facebook” namun ada beberapa case untuk softselling dan lain hal yang belum saya singgung. Ada beberapa poin mengapa Anda harus mementingkan copywriting di facebook, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Copywriting Berpengaruh Sangat Besar pada Bagaimana Konversi dan Jangkauan Iklan Facebook

Lihatlah bagaimana hanya dengan menghabiskan $24 content posting di fanpage facebook yang diiklankan dan mengiklankan suatu produk, bisa menjangkau 174.000 orang tertarget. Coba cek iklan posting Anda, saya meriset bahwa jika Anda menghabiskan $1 rata-rata untuk keadaan yang tidak terlalu buruk, iklan Anda menjangkau di beranda ke 1.000 orang (bisa kurang dan bisa lebih), artinya dengan budget $24 sekitar 24.000 orang terterget rata-rata yang normal nya bisa dijangkau, silakan nanti Anda mempraktikan, hasilnya bisa lebih bisa juga kurang. Gambar dibawah ini menunjukan 1 hal perbedaan mendasar mengapa performanya menjadi seperti ini, Yup, tidak lain karena viralitas pada post tersebut, viralitas berupa;

– like         ; tentu jika Audience suka dengan bacaan / konten yang ia baca, dia akan menyukai dengan like content Anda

– comment   ; Inilah hal yang membedakan dengan teknik promosi lain, content membahas apa, comment-nya apa, teknik soft selling yang berhasil bisa dilihat dari comment yang timbul, misal konten Anda tidak diawali dengan promo langsung, melainkan menjelaska suatu problem tertentu, dan diakhiri dengan sentuhan promosi, jika Anda berhasil meraih relationship dengan audience, comment nya biasanya adalah tentang produk, misal: “Bagaimana caranya mendapatkan produk ini?” dll, jika konten Anda kurang menyentuh emosional dan susunannya menyebabkan audience terlalu fokus pada teks “basa-basi” Anda, malah akan menjadi counter attack buat Anda, mungkin menjadi banyak yang komentar: “Bagus banget tips nya”, “Memang hal tersebut pelru kita waspadai!”

– share          ; Postingan softselling kadang banyak juga yang share, mungkin mereka terlalu fokus dengan preview kalimat-kalimat pengantar sebelum kalimat-kalimat promosi kita, namun jangan salah ini akan menimbulkan iklan akan menjadi sangat-sangat murah dan tentunya menyebar ke banyak orang.

Gambar A: $24 menjangkau 174.000 orang tertarget


Gambar B: $36 menjangkau hampir 1/2 juta orang tertarget


Dua gambar diatas bukan merupakan posting abal-abal seperti tebak-tebakan, joke, kata mutiara hikmah, video inspirasi dll, yang sangat mudah untuk menimbulkan efek viral, namun 2 gambar di atas masih dalam konten promosi secara softselling.

2. Dasar-dasar Softselling yang menimbulkan Emosional Pembaca

Mulai dari apakah itu?

a. Nama Fanpage 

Tidak dipungkiri, memang untuk tujuan branding di facebook, nama fanpage betul-betul kita perhatikan masak-masak untuk membangun bisnis yang tahan lama dan menguntungkan secara stabil, namun tidak dipungkiri pula Audience memandang secara kasat dari nama fanpage dan dari nama itu mereka sudah mengetahui “apa isinya, apa yang dibahas, itu tentang apa…” , misalkan fanpage dengan nama “Herbalist Kewanitaan” “Program Hamil”, misal dari nama itu audience dalam 1 kali pandang tanpa membaca kontennya sudah bisa langsung menangkap, dan ketika kita menarget pembaca iklan di facebook sesuai dengan penargetan yang tepat, maka unsur bagian a ini sangat berpengaruh juga pada interaksi di posting yang diiklankan, coba misalkan Anda baru membangun Brand dengan nama yang masih belum dikenal, muncul, Nah, untuk orang-orang yang super sibuk yang menggenggam smartphone ataupun tablet yang mana membaca status status di timeline facebook saja sangat cepat, scroll-scroll dengan jari-jari mereka bahkan acuh terhadap beberapa post, maka dari itu faktor “eyecatching” dalam berbagai hal itu juga mendasar, jika ini tujuan Anda men-drive konten promosi untuk sales yang install (kita tidak bicara branding saat pembahasaan ini).

b. Judul Posting, Awal Paragraf, dan Alur Softselling

Anda mungkin sering melihat postingan dengan judul “Luangkan __ Menit Untuk Membaca ini, Maka ….” Secara tidak langsung kita akan, “wah, apa ini, sepertinya menarik ya”, maka kita akan beraksi dengan mulai membacanya perlahan.

Kemudian, kita mulai membaca awal paragraf, paragraf pertama, kedua, ketiga dst, kita mulai tertarik dan penasaran, kemudian secara tidak langsung kita ditimbulkan dengan perasaan, “wah, saya benar-benar membutuhkan produk ini!”

Misalkan seperti ini:

b.1 Judul Posting Status: “Tips Berusaha Agar Cepat Hamil, Menanti Momongan”

Stop, sekarang putar diri Anda menjadi pembaca, anggap Anda adalah seorang istri yang sejak lama tidak dikaruniai momongan, apa reaksi Anda? “Wah, cocok banget tips ini!” mungkin ini salah satu ekspresi mereke, kemudian tak menunggu lama, mereka memulai membaca perlahan.

b.2 Awal paragraf: di awal paragraf ini tugas Anda adalah memvisualisasikan jika problem dari audience terpecahkan, misal:

“Si Kecil akan terasa indah jika hadir di tengah-tengah keluarga, namun, buah hati yang dinanti tak kunjung datang..”

Apa perasaan Anda jika Anda merupakan audience seperti pada poin b.1, Anda kan mulai terbayang “Iya, ya, kapan aku punya dedek bayi si kecil mungil yang lucu 🙁  ” , tentunya dengan hal ini pembaca mulai tertarik meneruskan paragraf berikutnya

b.3 Alur Paragraf: Mainkan emosional audience

“Tusuk” emosional pembaca, misal melanjutkan poin b.2 , perhatikan teks cetak tebal dibawah ini dan baca berurutan:

“Bunda perlu tahu bahwa, semakin berumur peluang kehamilan semakin kecil, jadi Bunda jika sudah lama menikah namun tidak punya momongan, maka segera carilah solusi atas ini”

(emosional 1), semakin tersudut saja pembaca jika membaca ini, dia akan segera mencari cari solusi, “iya bener juga, aku harus segera cari solusi atas ini”

“Belum lagi tuntutan keluarga besar yang mengharapkan hadirnya momongan,” 

(emosional 2), belum lagi cari solusi, kita tekan terus faktor emosionalnya lagi ke level selanjutnya, agar rasa membutuhkan solusi makin tinggi

“dan makin berat lagi ujiannya adalah suami menimbang-nimbang untuk melakukan poligami,” 

(emosional 3), makin tinggi lagi , atau untuk beberapa orang mungkin berpikir, “wah, bener juga! pokoknya sekanrang juga aku harus cari solusi!”

“bahkan menuju ke pintu perceraian.”

(emosional 4), mereka akan semakin “desire” (merasa butuh)

b.4 penguat dan testimonial; Membuat audience makin penasaran

setelah kita “menyudutkan” audience dengan memainkan emosional, kita mulai perlahan membuat dia penasaran dan siap bertaransisi menuju promosi produk, misal:

“Bukan cuma kamu Bunda, banyak diantara mereka juga merasa demikian, namun banyak diantara mereka senyum gembira dengan berhasil menggendong momongan dengan beberapa hal beirkut ini”

“Program ini telah membantu ribuan Bunda Indonesia untuk mempercepat penantian panjang menanti si kecil”

Yup, ini saatnya waktu yang tepat dan pas untuk menembak audience dengan produk terkait. Nah, alur-alur di atas yang bisa Anda terapkan untuk produk-produk problem solving dengan memainkan emosional. Untuk case lain bisa perhatikan pada post-post ini:


Coba perhatikan gambar di atas, mulai dari: Nama Fanpage, Judul, Awal Paragraf, dan Gambar. Tidak langsung “Memperkenalkan produk booming tahun 2014! Nama Produk: ABCD, Manfaat: DEFG, Tertarik? Beli ke FGHI” , promosi semacam ini terlalu monoton, ini bukan deskripsi porduk di toko online, heyy, bangun! Social media is about content+human. This is dialog, not monologue!

Lihat efek viralnya, ratusan orang men-share, padahal men-share promosi produk Anda (di bagian akhir).


Gambar ini juga, coba perhatikan baik-baik strukturnya.

C. Gambar Posting

Mengapa sih harus kotak merah, mengapa sih harus mencolok, mengapa sih harus anak panah? Pasti Anda sering menjumpai hal demikian bukan? Di era sekarang facebooker seperti yang sudah dijelaskan di atas, terkadang teralalu banyak info yang ingin dibaca di timeline nya, akhirnya kursor/jari-jari mereka scroll-scroll layar komputer/HP secara cepat, dengan gambar yang “grab attention” mungkin akan lebih menimbulkan “wuihh, apa ini??” bukan dengan gambar yang monoton, yang hanya dileave dan tidak terbaca hanya karena faktor gambar, karena tidak diragukan gambar mempunyai space yang sangat besar dan bersifat visual, mata akan lebih terarah jika ditarik dengan visualisasi, apalagi visualisasi yang menimbulkan perhatian.
Nah, poin 2 inilah yang menyebabkan timbulnya poin 1, coba Anda praktekan, jika Anda masih “kembang-kempis” cari modal di internet, copywriting ini sangat penting untuk mendongkrak sales dahulu, sebelum Anda dapat modal dan memikirkan konsep yang sangat ideal dan penting dalam bisnis yaitu “Branding”.

Semoga bermanfaat, jangan lupa dengarkan 3 menit saja nasihat dari saya berikut, Klik play


  



Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY