Dalam riset pemasaran di facebook, akan sangat bermanfaat ketika kita dapat memetakan pembeli yang potensial berasal dari segmen/behaviour yang bagaimana. Contoh misalkan, kita beriklan di facebook, dan ketika sudah beriklan di facebook, kita disajikan sebuah laporan (report), dari data report seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, dan Anda harus baca artikel itu yaitu “Memanfaatkan Fitur Report Facebook Ads” karena sangat penting, gunanya adalah dari iklan yang sudah jalan, kita dapat mengetahui secara laporan, bagaimana karakteristik orang-orang yang ter-engaged dalam iklan kita, dalam artikel tersebut sudah dijelaskan secara gamblang, bagaimana mengetahui, jenis kelamin, umur, dll yang paling interested, yang paling click nya tinggi terhadap iklan kita dll, banyak sekali.
 
Nah, kali ini kita akan membahas lebih jauh dan kembali meng-explore fitur di atas, untuk mengetahui kriteria-kriteria yang dianggap valid untuk meriset sebuah “minat” dari seorang penonton iklan.
 



 
Untuk sebuah kriteria yang valid tidak lain dan tidak bukan adalah penjualan. Ya bukan? Misalkan dengan spent budget iklan sekian, kok ternyata hari itu banyak penjualan dari biasanya, kemudian kriteria valid berikutnya dari sebuah leads yang masuk, dengan budget sekian kok banyak yang kontak customer service yah dari biasanya, jadi apa kesimpulannya? Sebenarnya parameter kesuksesan iklan faebook dilihat dari situ, bisa jadi performance iklan facebook biasa saja, mungkin dengan budget 2$ digit dolar menjangkau 2 x 1000 = 2.000 orang kurang lebih (standard Indonesia), tidak sebagus tips jitu yang sudah dibahas secara tuntas di artikel sebelumnya yaitu “Bagaimana dengan budget yang rendah menjangkau penonton seluas-luasnya“, itu menarik! Ya, tapi hanya dari segi performance.
 
Saya, Nofi Bayu Darmawan, sudah menjelaskan 2 kriteria valid di atas, namun kriteria di atas itu tergolong intangible (tak terlihat), jadi kita butuh data yang dapat diukur (measurement), maka dari itu kita butuh hal yang tangible (terlihat), yang diwakilkan dalam sebuah action dari audience untuk mendakan bahwa “itu loh audience yang minat”, ada beberapa sampling  yang bisa kita ketengahkan, diantaranya kriteria-krieteria berikut, tapi sebentar, sebelum lebih jauh, saya harus pahamkan pada Anda bahwa pembahasan performance iklan ini sedang membahasa iklan untuk promosi, yang mana mempromosikan produk/konten tertentu di newsfeed penonton iklan untuk tujuan selling, lengkapnya bisa dilihat disini.
 
Nah, setelah membaca kupasan singkat di atas, mungkin kita bisa mengetengahkan kriteria-kriteria yang dianggap valid, ada beberapa kriteria;
 

– like post
– comment post
– share post
– clicks
– photo view/play video/apps install

 
Untuk ecommerce, hal yang mungkin dan terbilang valid adalah sebuah komentar di post yang diiklankan, dengan catatan memang ketika post tersebut targetingnya sudah bagus dan tiada komen alayers, misal komentar yang sering muncul terkait produk, “Sist cara ordernya gimana ya?”, “Ongkir balikpapan berapa yah?” dll, action like terkadang agak kurang valid dijadikan parameter bahwa dia “Minat” , kita tahu bahwa behaviour di Indonesia memang banyak yang suka menaruh jempol sembarangan di dunia facebook, kemudian juga action share , ini sebenarnya valid juga namun data nya terlalu sedikit untuk dijadikan parameter (siapa juga yang mau nge-share lapak orang), action click itu meliputi klik tulisan see more, continue reading, like, comment, photo view dll, ini terlalu broad. Jika Anda mengiklankan mobile apps  atau video view parameter seperti play video s.d 1/2, play video s.d 3/4 dst bisa dijadikan paramter, apalagi jika mobile apps install, itu sangat valid, orang yang install itu menunjukan mereka interest banget. Nah, kita tahu bahwa salah satu kriteria yang bagus untuk dianalisa dari post yang diiklankan adalah comment, itu ketika comment terbilang banyak (sehingga sampling dianggap memenuhi kriteria untuk diuji). Contoh misalkan komentar pada post berikut yang sampai >600 komentar:
 

 


Kita ingin mengetahui bagaimana background dari orang-orang yang berkomentar tersebut, sebenarnya ada 2 cara, pertama yang agak ribet yaitu Anda scrapping UID dari orang-orang yang berkomentar, kemudian analisa custom audience itu dengan tools audience insight. Yang kedua adalah menggunakan fitur report facebook ads , di bagian “Data Breakdowns” pilih Age and Gender, dan di bagian Action pilihlah parameternya, dalam hal ini “Post Comment”.
 
 
1
 
 
    
 2



Misalkan hasilnya sebagai berikut:



Dari data report, kita bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk targeting iklan yang lebih baik. Semoga paham! Jangan lupa luangkan waktu 2 menit saja untuk mendengar curhatan saya berikut, klik “play”:
 



  



Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY