Mengapa Kamu disini…? 
Posisi dimana kamu sedang mengelola bisnis yang sedang kamu jalani sekarang. Apa kamu seneng dengan hal itu? 
Apakah kamu seneng dengan apa yang kamu lakukan? Di era sekarang baik bisnis offline maupun online kamu pasti memiliki sebuah pesaing bukan?
Apa hambatan kamu sekarang? 
Terlalu berat mengalahkan mereka?

“You can`t stop the wave but we can learn how to surf…”

Ingat, Kita tidak bisa menghentikan laju ombak, namun kita dapat belajar bagaimana berselancar memainkan ombak. Jika kita tidak ingin ada pesaing di market bisnis kita, diamlah di kamar dan tutuplah laptopmu!

“The only way to do great work is to love what you do…”

Satu-satunya jalan untuk melakukan karya yang bagus adalah mencintai apa yang kamu kerjakan sekarang, jika kamu sudah tidak mempunyai rasa cinta itu kamu tidak bisa melakukan pekerjaan dengan hasil maksimal.

Seorang marketer ingin monetizing market cewek, maka dia harus punya soul cewek, jika dia tidak punya, tidak ada identity pada brand nya, temukanlah sosok orang yang punya soul itu dan libatkan dia dalam brand Anda! 

Seorang marketer ingin monetizing market japanese, maka dia harus punya soul tersebut, walaupun menghire penulis konten sebagus apapun, namun soul nya mungkin tak tersampaikan..

Jika kamu merambah market yang kamu punya soul disitu, maka akan perfect!

“Great $ will always follow great work…”

Revenue atas bisnis yang kita jalani secara stabil dan maksimal akan selalu mengikuti buah dari karya kita yang luar biasa, jadi, janganlah berpangku tangan…! let`s make a great work..

“Facebook Marketing…?” itu hanya sebuah tools/alat saja. Apapun teknik/method yang akan kalian pelajari, it`s totally just a tool. Siapkah jika facebook tutup besok? Apa jualan Anda lantas tiada lagi?

“Understand people than technology…” Pahamilah siapa market kita dan bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan baik dari ketimbang memfokuskan kepada technical.

“The World has been changed…” Dunia sudah berubah…, mungkin slogan yang pas di dunia digital yang canggih ini, “kita terconnect maka kita ada….”

“What your next big thing?” Apa ide besar yang ingin kamu gali untuk bersaing dan membuat beda brand kamu? Temukanlah ide! Jika mau hasil yang luar biasa berpikirlah diluar kebiasaan (out of the box), jangan lah mengikuti arus air, lihatlah ikan mereka yang bertahan adalah yang sanggup menahan derasanya air, adapun ikan mati mereka mengikuti arus air, lihat pula layang-layang, laju mereka semakin tinggi ketika melawan arus angin!

Lebih baik 1 ide bodoh yang direalisasikan daripada 100 ide bagus yang tidak dieksekusi.
Mari kita berangkat ke kantor dengan pakaian formal!




4+7 tidak selalu harus sama dengan 11, 4+7 bisa juga sama dengan 12-1, atau 5+6, berikan warna dari yang apa yang umumnya lakukan terhadap bisnisnya!

Ciptakanlah ide kreatif, apa yang membuat brand kamu beda dengan yang lain..?



Apakah klo kamu beli baju text “Rabu” akan dipake hari Kamis? Enggak! Yang jelas kebanyakan yang beli langsung beli 7 pcs untuk 1 minggu.., nice idea from invictus..

Ketika di luar sana, seorang konsultan marketing diberi tugas bagaimana caranya agar restoran penuh pengunjung via marketing di social media. Kita tanya balik, “Kenapa mereka harus makan disini?” “Apa yang unik dari restoran ini?” Ketika dari sisi “content” tidak memiliki keunggulan maka budget akan terus terkuras hanya karena untuk spent biaya iklan, pengunjung datang melihat promosi, makan dan selesai, tiada kesan, dan tiada pembelian berulang! Ketika dari sisi content sudah bagus, unique, memiliki identity, berbeda, dia akan mengalir sendiri, membicarakan ke orang lain, mengalir menjadi sebuah pembciaraan…, follow the croud..

Jika Bali hanya jualan pantai, itu mudah ditiru! Banyak pantai diluar negeri sana yang tak kalah bagus! Kita tidak bersaing pada sebuah produk saja (commodity) tanpa tambahan value..

Tebak mana pantai di Bali?



Kita sedang berbicara apakah bisnis kita masuk jajaran sebuah commodity saja? Berbedalah! Buatlah value added (nilai tambah), buatlah experience (membuat customer Anda puas dengan pengalaman berbelanja/menikmati produk itu)…, apa yang membuat jenis-jenis kopi ini berbeda? Apakah produk kamu hanya bersaing pada sebuah commodity?




Lantas apa juga yang membuat pisang ini berbeda? Apakah produk kamu hanya bersaing pada sebuah commodity?






Produk A dan B sama – sama bersaing dalam sebuah commodity, ketika harga A diturunkan untuk penawaran diskon, lantas produk B penjualan turun?! berbedalah! Mereka membeli karena brand kita, bukan hanya tentang sebuah harga! Pelanggan akan tetap loyal pada brand kita..




Jika harga hanya satu-satunya pembeda antara brand kamu dan yang lain, kamu tidak sedang membangun brand, kamu sedang menjual sebuah komoditas.


Live report; Bang Dicky Sukmana, #NBC17



 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY