Pada pembahasan yang telah lewat terkait website custom audience/WCA (retargeting), ada hal menarik yang bisa kita explore. Kita tahu bahwa WCA memungkinkan kita bisa berpromosi di social media ketika audience sebelumnya melihat content kita di website kita. Ada 2 titik temu disini:

A. Traffic ke website; Dari mana datangnya traffic sehingga orang mengunjungi website, namun orang tersebut sebelumnya harus sudah login facebook. Datangnya traffic pada umumnya dari berbagai sumber, umumnya adalah dari Search Engine.

Search Engine (SE), Baik Organic (SEO), maupun Paid (Adwords): ketika audience iklan facebook kita berasal dari SE, maka akan sangat tertarget, walaupun dari jumlah misal terlihat kecil. Misal; saya mempunyai web dengan banyak kata-kunci yang rankingnya bagus di SE, kata kunci itu misa; cara cepat hamil. Dalam 1 hari misal traffic dari SE sejumlah 300 orang, anggap saja ada 100 orang yang sebelum mengunjungi website dia sudah login facebook, artinya ada 100 audience yang mencari cara cepat hamil dan kita siap mengiklankan penawaran yang segmented tersebut di facebook ke 100 orang yang ingin hamil dengan biaya Rp. 10.000,- per hari. Kenapa? Rata-rata menunjukan dengan budget 1USD bisa menjangkau 1.000 orang tertarget, lantas jika 100? Rp. 10.000,- sudah maksimal dan efektif, jangan terlalu besar pasang budget.

Perlu dipahami bahwa poin (a) ini ada “jika” nya, ya jika Anda;

1. Mempunyai website dengan ranking yang bagus (SEO), atau Search Impression anda bagus di Google Adwords.

2. Dengan poin satu maka memungkinkan website Anda traffic nya lumayan.

dengan 2 poin di atas Anda baru bisa memulai mengumpulkan Audience dari orang yang berkunjung ke website dan sudah logged facebook, maka jadilah ter-collect dalam data Website Custom Audience (WCA). Anggap saja, dari case di atas adalah 100 per hari, maka dalam 10 hari Anda bisa mengumpulkan 1.000 orang yang ingin hamil, dans sekali lagi dengan jangkauan sejumlah itu, Anda bisa memaksimalkan reach dengan budget yang tidak terlalu besar, dalam hal ini Rp. 10rb/day.




B. Deliver to Audience; 

Website is about content, social media is about content and human, walaupun mereka pengunjung website, manfaatkanlah jenis iklan yang bersifat humanis, yaitu page post engagement, dengan page post engagement itu akan lebih “social”, dimana di post yang diretargeting ini Anda bebas menuliskan deskripsi yang panjang dengan segmen pengunjung website di atas, misal dengan audience yang sudah dikumpulkan di WCA website dengan traffic mayoritas terkait kehamilan di atas, misalkan post seperti ini menggunkan page post:



C. Strategy

Selain di atas, hal lain yang bisa diexplore adalah kita membuat “pemanas market”, dari poin A dan B di atas audience yang kita sajikan masih dalam cakupan pengunjung website dari SE bukan? Bagimana itu awalnya adalah merupakan orang yang memang sedang bersosial di social media facebook. Saya menyebutnya “burning the crowd”, hal yang perlu kita garisbawahi poin-poinnya adalah sebagai berikut:

1. Crowd

Tentukan Crowd dari market kita, kita riset terlebih dahulu, calon pelanggan kita di facebook banyakan berkumpul dimana (Crowd). Ok, kita ambil contoh yang agak sulit yah, kita mau berpromosi usaha budidaya lele dan pembibitan lele di facebook, bagaimana strategy nya?

Secara “biasa” yang dilakukan pemasar adalah menyiapkan konten/post kemudian misalkan berpromosi melalui page post yang diiklankan. Namun kadang kala jika market nya tertentu, itu akan susah untuk menuju konversi, kadangkala sangat diperlukan edukasi market, betul? Jika market sudah teredukasi maka akan lebih mudah.

Ok, misalkan dengan memanfaatkan Graph Search , diketikan di Graph Search dengan Query “group named “lele” ” maka munculah sebagai berikut, dan inilah crowd nya di facebook, setelah itu Anda bisa dapatkan dengan bantuan tools untuk mendapatkan audiencenya.




Poin 1 ini menemukan Crowd bisa macam-macam, misalkan Anda dapat menentukan dari jumlah potensial di interest di ads manager yang terkait produk Anda, karena market di atas tertentu, maka direkomendasikan memakai Graph Search.

2. Burning

Misalkan sebelum kita berpromosi secara hard selling, kita panaskan Crowd tadi, burning the crowd, dengan cara apa? Kita sajikan artikel pemanas ke crowd. Misalkan dalam contoh yang sesuai poin (1) di atas adalah kita sajikan artikel di website (iya, harus di website, karena WCA akan mencatat berapa jumlah orang yang tertarik membaca dari total jumlah Crowd), misalkan kita sajikan artikel:

“Si Joko, Arek Malang yang Sukses Dengan Omzet 1 M/Bulan dari Budidaya Lele”

jumlah orang yang click website akan terekam dalam WCA. Misal setelah Anda mengumpulkan audience via graph search di atas terkumpul 100.000 audience yang segmented dengan duna “per-lele-an”, itulah yang menjadi target artikel kisah si-Joko di atas.

Setelah diiklankan misalkan WCA terdata sejumlah 1.000 terkumpul dari 100.000 di atas, artinya 1.000 ini tertarik dan membaca, sebenarnya Anda bisa melakukan iklan selanjutnya secara Hard Sell ke 1.000 itu artinya ini dalam 2 tahap:

– Artikel Soft Sell -> Crowd->100.000 AUDIENCE
-Hardsell -> WCA->1.000 AUDIENCE

Tapi, mungkin lebih konversi lagi dengan explore poin ke-3

3. Make a Funnel

artinya, artikel pemanas bukan cuma 1, misal ada 2, 3 atau seterusnya. Contoh artikel pemanas;

ke-1 -> Crowd: 100.000 audience: “Si Joko, Arek Malang yang Sukses Dengan Omzet 1 M/Bulan dari Budidaya Lele”

ke-2-> WCA: yang terkumpul dari yang membaca poin 1: 1.000 audience: “Strategi dan Hitung-hitungan Proft Budidaya Lele dari Pakarnya”

ke-3->WCA: yang terkumpul dari yang membaca artikel 1 dan 2; misal 500 audience -> Hard Selling, misal post yang intinya misalkan penawaran terkait budi daya lele

Nah, dengan funneling seperti di atas, proses menuju konversi dihiasi dengan sebuah edukasi, dimana edukasi dilakukan melalui sebuah filtering dengan bantuan Website Custom Audience. Ini saya lakukan dalam beberapa kesempatan, untuk mendatangkan audience dalam event tertentu dll. Sangat powerfull.

Semoga bermanfaat, jangan lupa share ya.



 

Comments

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY