Mengapa aku bahas Dynamic Product Ads (DPA), emang penting gitu? Seberapa penting sih? Jadi gini, jika kamu punya problem berikut:

  1. Split Test berkali-kali, ingin menemukan right audience (audience yang tepat)
  2. Dengan budget kecil, iklan tampil ke right audience
  3. Tidak repot membuat banyak ads jika kita punya ratusan produk di ecommerce kita
  4. Iklan lebih convert

Mungkin DPA perlu kamu ketahui. Nah, apa bentuknya DPA? seperti sudah aku jelasin di artikel sebelumnya. DPA singkat kata adalah iklan yang mana bersifat Retargeting (tampil kepada user yang pernah berkunjung ke web) dan ter-generate sesuai dengan minat user terhadap product kita. Simplenya, jika kita upload 1.000 product di online store, user A berkunjung dan lihat-lihat product X yang mana X adalah 1 dari 1.000 product yang ada di store, lantas kita harus bikin 1.000 iklan Retargeting? atau sejumlah Category product?

DPA, mencukupkan kita dengan membuat iklan yang akan tergenerate dengan sendirinya.

Lihat gambar:

Screen Shot 2016-05-24 at 1.14.07 PM

Ibarat seperti rumus, kita bisa membuat struktur iklannya! Misal:

Screen Shot 2016-05-24 at 1.18.36 PM

Di rumus di atas, kode [product.price] otomatis ter-generate menjadi harga product, sedangkan [product.name] tergenerate menjadi nama produk. Kita bisa mengkreasi dengan hal lain meliputi nama produk, brand, deskripsi, harga.

Iklan kita tampil ke siapa?

Ada banyak pilihan, misal kita sajikan kepada orang-orang yang melihat product atau add to cart, namun ga beli-beli.

Screen Shot 2016-05-24 at 1.21.10 PM

Menarik bukan? Artinya iklan hanya disajikan memang ke audience yang bener-bener tertarget.

Mengkreasi Ad Copy DPA

Untuk lebih meningkatkan CPC, bisa dengan ad copy kayak:

Not seeing you for a while! Ready to purchase your fav stuff?

Forget to checkout?

Jadi memang audience merasa benar-benar diingatkan.

Screen Shot 2016-05-24 at 1.30.29 PM

Meningkatkan Sales dengan Ad Copy DPA

Pilih mana ga dapet apa-apa ZONK sama sekali, atau dapet namun misal 60% nya. Ya! Jangan biarkan calon customer pergi begitu saja, misalkan di Ad Copy ditambahkan penawaran. Disc 40% jika beli sekarang, masukan kode BLABLABLA saat checkout.

Menarik bukan?

Step-by-Step DPA & Requirement

  1. Business Manager; ads manager biasa ga biasa, karena kamu ga bisa create Product Catalog.
  2. Objective (Jenis iklan) menggunakan Power Editor: Product Catalog Sales.
  3. Product Catalog; untuk konekan data product di online store kamu dengan data yang dipunyai FB. (http://www.fanspage-id.com/2016/05/product-catalog.html)
  4. Online Store yang Support Product Catalog Feed. Jika kamu pake platform Shopify, Woocommerce, atau platform ecommerce lain yang dipunyai Big Brand, banyak apps/plugin untuk generate feed dan strukturnya juga udah disesuaikan. Namun jika kamu pake WordPress dll, kamu harus oprek-oprek stukturnya, atau coba pake plugin-plugin terkait.

Sahabatmu,

-Nofi Bayu

P.S: share jika bermanfaat

Comments

comments

NO COMMENTS